------------ iklan disini

Polisi Tangkap WN Rusia Pengedar Narkoba Khusus WNA di Bali

------------ iklan disini

Polresta Denpasar menangkap pengedar narkotika jenis hasis berkebangsaan Rusia bernama Andrew Ayer (31). Tak tanggung-tanggung Andrew menyasar warga negara asing yang sedang di Bali untuk menjadi pembelinya. “Tersangka ini menyasar khusus orang asing. Tersangka menjual per gram seharga Rp 2,5 juta,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan di Gedung Polresta Denpasar, Bali, Selasa (8/10).

Ruddi mengatakan, penangkapan Andrew ini berawal dari adanya informasi warga, bahwa ada warga negara asing kerap bertransaksi narkotika di kawasan Canggu, Kuta, Badung, Bali. Polisi lalu melakukan pengawasan.
Selanjutnya, Selasa (1/10) sekitar pukul 21.00 WITA menemukan sesosok Andrew yang mirip dengan keterangan warga di sebuah cafe di Jalan Sunset Road No.99, Kuta, Badung. Polisi melakukan penggeledahan terhadap Andrew.
Polisi menemukan enam paket hasis dengan berat 521,11 gram di dalam tas gendong milik Andrew. Polisi juga mengeledah penginapan Andrew di kawasan Kuta, Badung tapi tak menemukan narkotika.

Aksi jual-beli barang ini telah dilakukan minimal sekitar enam kali. Sekali aksi, biasanya Andrew memesan dengan berat yang hampir sama, yakni sekitar 500 gram. Sayangnya, polisi belum berhasil membongkar jaringan Andrew. Sebab, website itu telah ditutup. Andrew juga tak banyak bicara saat diinterogasi polisi.
“Saat ini kita masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan. kita yakin masih ada jaringan WN Rusia yang berada di Bali,” ujar Ruddi.;

Dari catatan imigrasi, kata Ruddi, Andrew tercatat sebanyak tiga kali berkunjung ke Bali menggunakan visa liburan. Yakni, Januari, Juli dan Oktober 2019. Mirisnya, kedatangan itu dilakukan untuk berbuat kriminal.
“Dia di negaranya tidak bekerja, ternyata di sini jual narkoba. Tujuannya liburan sambil jual itu,” imbuh Ruddi.
Atas perbuatannya, Andrew Dikenakan Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Andrew terancam minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

BACA JUGA  Dihadiri Jokowi dan Iriana, Kaesang Pangarep Wisuda di Singapura

[sumber kumparan]

Facebook Comments / Beri tanggapan dengan facebook anda.
------------ iklan disini

BERI KOMENTAR ARTIKEL INI...

------------ iklan disini footer
Lewat ke baris perkakas